Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kembali melakukan penyegaran birokrasi. Empat pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II mendapat amanah baru dalam struktur organisasi Pemprov Lampung.
Pelantikan berlangsung Selasa (1/9/2026) dan dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela. Pengangkatan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.1.3.3/2933/VI.04/2026.
Perubahan posisi itu membuat sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) bertukar tugas.
Aswarodi yang sebelumnya memimpin Dinas Sosial Lampung kini mendapat mandat sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung.
Posisi yang ditinggalkan Aswarodi kemudian dipercayakan kepada Rudy Sjawal Sugiarto. Sebelumnya, Rudy memimpin BPBD Lampung dan banyak terlibat dalam penanganan berbagai kejadian bencana di daerah.
Pergantian juga terjadi pada sektor koperasi dan perpustakaan.
Fitrianita Damhuri yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung kini dipercaya memimpin Dinas Koperasi dan UKM Lampung.
Sementara jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung kini diemban Evie Fatmawati. Sebelumnya, Evie menjabat Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lampung.
Selain empat pejabat pimpinan tinggi pratama tersebut, Pemprov Lampung juga melantik tiga pejabat administrator berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.3.3./2782/VI.04/2026.
## **Bukan Sekadar Rotasi**
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan, rotasi dan mutasi pejabat bukan sekadar pergantian posisi.
Menurut Jihan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kinerja organisasi sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.
“Pelantikan hari ini adalah langkah strategis untuk mengakselerasi pencapaian visi dan misi kita. Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045 harus kita capai secara efektif dengan kerja sama seluruh pihak,” ujar Jihan.
Ia mengatakan pejabat yang mendapat amanah baru telah melalui proses uji kompetensi dan evaluasi kinerja. Karena itu, jabatan baru tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Jihan mengingatkan, setiap posisi pimpinan OPD memiliki konsekuensi besar. Sebab, kinerja birokrasi bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan pelayanan masyarakat.
## **Rudy Bawa Pengalaman BPBD ke Dinas Sosial**
Secara khusus, Jihan menyampaikan apresiasi kepada Rudy Sjawal Sugiarto atas dedikasinya selama memimpin BPBD Lampung.
Rudy sebelumnya menjadi salah satu pejabat yang berada di garis depan dalam penanganan berbagai bencana di Lampung, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, banjir, hingga sejumlah kejadian lainnya.
“Terima kasih atas kerja sama yang baik dengan seluruh pihak. Keselamatan masyarakat Provinsi Lampung adalah yang utama dalam penanganan bencana,” kata Jihan.
Kini, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal Rudy dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Dinas Sosial Lampung.
Jihan menilai masih banyak persoalan sosial yang membutuhkan perhatian pemerintah. Karena itu, pengalaman Rudy dalam menghadapi situasi darurat diharapkan dapat memperkuat langkah Dinas Sosial dalam menangani berbagai persoalan masyarakat.
## **Aswarodi Diminta Perkuat Kolaborasi Kebencanaan**
Sementara kepada Aswarodi yang kini memimpin BPBD Lampung, Jihan meminta pengalaman selama mengelola sektor sosial menjadi modal dalam menjalankan tugas kebencanaan.
Menurutnya, penanganan bencana tidak dapat mengandalkan satu lembaga. BPBD harus membangun kolaborasi dengan komunitas, organisasi kemasyarakatan, instansi vertikal, pemerintah daerah, hingga seluruh pemangku kepentingan.
“Semangat kerja dan kolaborasi yang telah dibangun sebelumnya harus terus dibawa ke BPBD. Tujuan kita tetap sama, yaitu bagaimana memberikan kehidupan yang lebih baik dan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.
## **Literasi dan UMKM Jadi Perhatian**
Jihan juga memberikan perhatian khusus kepada pejabat yang mendapat amanah di bidang perpustakaan dan kearsipan.
Ia meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus mencari terobosan untuk meningkatkan minat baca sekaligus memperluas pengetahuan masyarakat.
Menurut Jihan, persoalan literasi masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan inovasi. Pemanfaatan teknologi, pengembangan program informasi, serta pendekatan yang lebih kreatif dinilai penting untuk meningkatkan budaya literasi.
“Kita perlu melakukan lompatan melalui berbagai instrumen dan program yang mampu meningkatkan tingkat literasi masyarakat. Tentunya, hal tersebut harus dilakukan dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi yang semakin baik,” katanya.
Di sektor koperasi dan UKM, Jihan meminta jajaran dinas terkait tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jumlah UMKM, tetapi juga meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku usaha.
Menurutnya, jumlah UMKM di Lampung terus bertambah. Kondisi tersebut harus diikuti dengan penguatan kapasitas, produktivitas, akses, serta kemampuan pelaku usaha menghadapi persaingan.
“UMKM kita sudah sangat banyak. Ke depan, bagaimana kita bisa mengorkestrasi seluruh sumber daya yang ada untuk mendukung program-program yang dapat membawa UMKM kita menjadi lebih baik dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” pungkasnya.
Dengan rotasi tersebut, Pemprov Lampung berharap pengalaman dan kompetensi para pejabat dapat memberikan energi baru bagi masing-masing OPD sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
