Disdikbud Lampung Sinkronkan Kelas Vokasi dan SMK Go Global, Siswa Disiapkan Kerja ke Luar Negeri

Bandar Lampung – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung mulai menyinkronkan program kelas vokasi dengan program SMK Go Global.

 

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kesiapan lulusan SMK memasuki dunia usaha dan dunia industri (DUDI), termasuk pasar kerja internasional.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan kedua program tersebut memiliki konsep berbeda, namun dapat saling mendukung dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap kerja.

 

Menurutnya, program SMK Go Global memberikan treatment tambahan kepada siswa melalui masa pemantapan setelah menyelesaikan pendidikan SMK selama tiga tahun.

 

“Kalau SMK Go Global ini diharapkan ada treatment tambahan. Jadi kemungkinan tidak hanya tiga tahun, tapi ditambah satu tahun untuk proses pemantapan,” kata Thomas.

 

Ia menjelaskan, tambahan masa tersebut akan digunakan untuk memperkuat kemampuan siswa sebelum masuk ke dunia usaha maupun industri, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

 

Sementara itu, kelas vokasi yang dikembangkan Pemprov Lampung juga diarahkan untuk menyiapkan lulusan agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

 

Karena itu, Thomas menilai kedua program tersebut perlu diselaraskan agar jalur pendidikan vokasi dan penempatan kerja dapat berjalan lebih terarah.

 

“Kita nanti akan ada kerja sama, kemudian bagaimana kita lakukan langkah-langkah supaya program ini bisa jalan,” ujarnya.

 

Thomas mengatakan pihaknya akan melibatkan sekolah dalam proses sinkronisasi tersebut. Bahkan, pembahasan mengenai SMK Go Global menjadi salah satu agenda dalam rapat koordinasi bersama seluruh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK di Lampung.

 

Dalam program SMK Go Global, Lampung mendapat kuota lebih dari 1.400 peserta. Siswa yang terpilih nantinya akan mendapatkan pembekalan tambahan agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri.

 

“Untuk persiapan mereka masuk ke dunia industri maupun dunia usaha. Supaya betul-betul tracer-nya, lulusannya bisa kita salurkan ke DUDI,” jelas Thomas.

 

Sinkronisasi tersebut juga sejalan dengan program vokasi yang saat ini tengah mempersiapkan lulusan SMK untuk bekerja di Jepang. Thomas menyebut lebih dari 80 peserta kini menjalani proses pemantapan secara bertahap.

 

“Sekarang pemantapannya sudah 80 lebih. Karena bertahap, yang sudah oke berangkat, yang sudah oke berangkat,” ungkapnya.

 

Pemantapan peserta tidak hanya berorientasi pada penguasaan bahasa. Mereka juga dibekali pemahaman budaya dan keterampilan kerja agar mampu beradaptasi dengan lingkungan industri di Jepang.

 

“Pemantapan ini terkait dengan budaya, keterampilan, bukan hanya bahasa,” kata Thomas.

 

Thomas menegaskan, melalui penyelarasan program tersebut, Pemprov Lampung ingin memastikan lulusan SMK tidak berhenti pada kelulusan, tetapi memiliki jalur yang jelas menuju dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.