Bandar Lampung – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung terus mengebut pekerjaan rehabilitasi mayor pada salah satu ruas jalan nasional yang menjadi jalur padat kendaraan. Proyek sepanjang 1.100 meter itu ditargetkan rampung pada November 2026.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 BPJN Lampung, Adhi Bukhori, mengatakan pekerjaan tersebut meliputi pengupasan lapisan aspal lama yang telah mengalami kerusakan, kemudian dilanjutkan dengan pelapisan ulang menggunakan aspal Buton.
Menurutnya, rehabilitasi dilakukan untuk memperbaiki kondisi jalan sekaligus menjaga elevasi ruas yang sudah ada.
BPJN merencanakan pelapisan ulang jalan dengan dua lapis aspal, yakni Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dan Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC), dengan ketebalan total sekitar 10 sentimeter.
“Intinya kami melakukan overlay atau pelapisan ulang dua lapis menggunakan aspal Buton. Sebelum itu, aspal lama yang rusak kami kupas terlebih dahulu agar elevasi jalan tetap terjaga,” kata Adhi Bukhori.
Ia menjelaskan, ruas yang ditangani memiliki panjang total sekitar 1.100 meter dengan lebar mencapai 18 meter, termasuk bagian median jalan. Besarnya volume pekerjaan membuat proses rehabilitasi membutuhkan tahapan yang tidak bisa dilakukan sekaligus.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait lamanya pengerjaan di jalur yang cukup ramai tersebut, Adhi memastikan proyek masih berjalan sesuai jadwal.
Paket pekerjaan itu menggunakan sistem tahun tunggal sehingga seluruh pekerjaan harus selesai pada tahun anggaran 2026.
“Secara schedule, pekerjaan masih on progress dan on schedule. Jadi kami terus mengejar target penyelesaian tahun ini,” ujarnya.
Adhi menambahkan, mulai pekan depan pihaknya akan memasuki tahapan pengaspalan dari arah median.
Bagian median yang memiliki cekungan akan lebih dahulu diratakan menggunakan aspal konvensional sebelum dilanjutkan dengan penggelaran dua lapis aspal Buton.
“Setelah perataan selesai, baru kami gelar aspal Buton dua lapis. Kami usahakan November sudah selesai, karena volume kebutuhan aspal Buton untuk pekerjaan ini cukup besar,” katanya.
BPJN Lampung berharap masyarakat dan pengguna jalan dapat memahami proses pekerjaan yang tengah berlangsung.
Selama rehabilitasi berjalan, pengguna jalan juga diimbau tetap berhati-hati dan menyesuaikan kecepatan kendaraan saat melintasi lokasi proyek.
