Bandar Lampung – Program padat karya yang dijalankan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung tak sekadar menjaga kualitas jalan nasional.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi ribuan masyarakat di berbagai wilayah Provinsi Lampung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPJN Lampung, Giri Yudhono, mengatakan masyarakat sekitar ruas jalan nasional dilibatkan dalam berbagai pekerjaan preservasi.
Program itu terutama menyasar warga yang belum memiliki pekerjaan agar mendapatkan kesempatan memperoleh penghasilan.
“Program padat karya memang melibatkan masyarakat sekitar.
Mereka kami berdayakan, terutama warga yang belum memiliki pekerjaan, sehingga bisa memperoleh tambahan penghasilan. Upahnya juga dibayarkan langsung kepada para pekerja,” ujar Giri, Jumat (7/8/2026).
Menurut Giri, tenaga kerja program padat karya tersebar di kabupaten dan kota di Lampung. Jumlahnya mencapai ribuan orang dan pelaksanaannya terus mendapat pemantauan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Pemantauan tersebut mencakup jumlah pekerja, hari kerja hingga nilai kegiatan. Giri menyebut data tenaga kerja terus dievaluasi setiap bulan sebagai bagian dari pengawasan program.
“Datanya ada dan dipantau langsung dari pusat. Mulai jumlah pekerja, hari kerja sampai nilai kegiatan. Untuk angka pastinya nanti kami sampaikan, tetapi jumlahnya mencapai ribuan pekerja,” katanya.
Di sisi lain, BPJN Lampung juga terus memastikan kegiatan padat karya berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan kondisi jalan nasional. Preservasi dilakukan melalui berbagai pekerjaan pemeliharaan agar jalan tetap aman dan nyaman bagi pengguna.
Salah satunya terlihat pada Jumat (7/8/2026), ketika BPJN Lampung menggelar pembersihan dan pengecatan kerb di Jalan Walter Monginsidi, Bandar Lampung. Ruas tersebut menjadi perhatian karena memiliki tingkat mobilitas kendaraan yang cukup tinggi.
Giri mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dan tindak lanjut arahan Kementerian PU.
Namun, pemeliharaan kerb sebenarnya merupakan pekerjaan rutin dalam kegiatan preservasi jalan nasional.
“Hari ini kami melakukan pengecatan dan pembersihan kerb di Jalan Walter Monginsidi karena ruas ini merupakan salah satu jalan vital di Lampung. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut 17 Agustus sesuai arahan pimpinan pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan, preservasi jalan nasional memiliki cakupan pekerjaan yang jauh lebih luas. Selain pengecatan kerb, petugas melakukan penanganan jalan berlubang, pemotongan rumput, pembersihan saluran, pemeliharaan rutin hingga pekerjaan peningkatan kualitas jalan.
“Tujuan utamanya memastikan jalan nasional tetap terpelihara sehingga memberikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan. Pengecatan kerb hanya salah satu bagian dari kegiatan preservasi yang kami lakukan secara berkelanjutan,” pungkas Giri.
