Bandar Lampung — Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung mencatat kinerja positif dalam pengadaan gabah dan beras sepanjang 2026.
Hingga pertengahan Juli, serapan hasil panen petani telah melampaui total realisasi sepanjang tahun lalu dan kini mendekati target yang ditetapkan pemerintah.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengatakan hingga 14 Juli 2026 pihaknya telah menyerap sekitar 212.000 ton setara beras atau setara dengan 415.000 ton gabah dari petani di berbagai kabupaten di Provinsi Lampung.
Jumlah tersebut telah mencapai sekitar 84 persen dari target pengadaan tahun 2026 yang ditetapkan kantor pusat, yakni 253.000 ton setara beras atau sekitar 496.000 ton gabah.
“Realisasi pengadaan hingga 14 Juli sudah mencapai 212.000 ton setara beras atau sekitar 415.000 ton gabah. Angka itu setara 84 persen dari target yang diberikan kepada Kanwil Lampung,” ujar Rindo.
Ia optimistis capaian tersebut akan terus bertambah seiring masih tersedianya waktu hingga akhir tahun. Bahkan, BULOG Lampung menargetkan mampu melampaui target pengadaan yang telah ditetapkan.
Menurut Rindo, performa tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan 2025. Sepanjang tahun lalu, BULOG Lampung menyerap sekitar 202.000 ton setara beras, sedangkan hingga pertengahan Juli tahun ini jumlahnya telah mencapai 212.000 ton.
“Artinya, serapan kami saat ini sudah melampaui total pengadaan sepanjang tahun 2025. Ini menjadi indikator bahwa pengadaan tahun ini berjalan sangat baik,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui proses penyerapan gabah masih menghadapi tantangan, terutama tingginya persaingan pembelian di tingkat petani.
Kondisi tersebut dipengaruhi harga gabah yang sedang tinggi, seiring penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Kami tetap mampu menjaga serapan karena didukung sinergi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, gapoktan, dan mitra pengadaan yang terus bergerak di lapangan,” jelasnya.
Rindo juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung melalui penyaluran mesin pengering gabah (dryer) kepada kelompok tani. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut membantu menjaga kualitas gabah sekaligus mempercepat proses penyerapan hasil panen.
“Program bantuan dryer sangat membantu mengatasi kendala pascapanen. Kualitas gabah lebih terjaga sehingga proses pengadaan menjadi lebih optimal,” ungkapnya.
Untuk mempercepat pencapaian target, BULOG Lampung terus memperluas kemitraan dengan kelompok tani, gabungan kelompok tani (gapoktan), serta mitra pengadaan di berbagai daerah. Sosialisasi juga terus dilakukan agar petani mengetahui bahwa BULOG siap membeli hasil panen sesuai ketentuan pemerintah.
“Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi petani yang ingin menjual gabah kepada BULOG. Kami siap menjemput langsung hasil panen ataupun melalui jaringan mitra yang telah bekerja sama,” tegas Rindo.
Ia berharap kolaborasi antara BULOG, pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh mitra dapat terus diperkuat sehingga target pengadaan tahun ini tidak hanya tercapai, tetapi juga mampu menjaga stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani di Lampung.
