BANDAR LAMPUNG – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung mempercepat pemeliharaan jalan nasional di kawasan perkotaan Bandar Lampung.
Kali ini, petugas menerapkan metode slurry seal di Jalan Teuku Umar dan Jalan ZA Pagar Alam untuk menjaga kualitas permukaan jalan sekaligus mencegah kerusakan semakin parah.
Pekerjaan tersebut menyasar ruas Simpang Tanjung Karang–Tanjung Karang. BPJN Lampung menargetkan pelapisan permukaan Jalan Teuku Umar sepanjang 2,5 hingga 3 kilometer, dengan volume pekerjaan yang dapat menyesuaikan kondisi di lapangan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 BPJN Lampung, Fiddin Ichwanul Alhaz, menjelaskan bahwa slurry seal merupakan metode pemeliharaan preventif. Teknik ini bertujuan mempertahankan kondisi permukaan jalan sebelum kerusakan membutuhkan penanganan yang lebih besar.
“Slurry seal ini salah satu jenis penanganan jalan yang bersifat preventif. Jadi, untuk mencegah atau memperbaiki kerusakan sebelum menjadi lebih parah,” kata Fiddin di Kantor BPJN Lampung, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, metode tersebut menggunakan campuran aspal emulsi dan agregat halus yang diaplikasikan sebagai lapisan tipis pada permukaan jalan. Penanganan ini berbeda dengan pengaspalan struktural yang bertujuan memperkuat konstruksi perkerasan jalan.
Menurut Fiddin, *slurry seal* lebih tepat untuk menjaga kondisi permukaan jalan yang masih memungkinkan dipelihara. Sementara itu, jalan dengan kerusakan berat tetap membutuhkan penanganan sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan strukturalnya.
BPJN Lampung menargetkan pekerjaan tersebut selesai paling lambat awal Desember 2026. Namun, pelaksanaan di lapangan berlangsung secara bertahap karena petugas harus menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan perkotaan yang memiliki mobilitas kendaraan tinggi.
“Kita bekerja di tengah kota, sehingga manajemen lalu lintas harus diperhatikan. Pekerjaan tidak bisa dilakukan sekaligus pada satu ruas secara penuh. Karena itu, pengerjaannya dilakukan bertahap dan membutuhkan waktu,” ujarnya.
Selain mengatur arus kendaraan, pelaksana juga mempertimbangkan proses pengeringan material. Fiddin mengatakan, pekerjaan *slurry seal* dilakukan pada siang hari karena membutuhkan sinar matahari untuk membantu pengeringan lapisan.
Ia menambahkan, penanganan di Jalan Teuku Umar merupakan bagian dari program pemeliharaan jalan dengan skema long segment. Program tersebut mencakup 13 ruas jalan di kawasan dalam Kota Bandar Lampung.
Secara keseluruhan, BPJN Lampung mengalokasikan anggaran sekitar Rp11 miliar untuk penanganan 13 ruas tersebut. Dengan demikian, pekerjaan slurry seal di Jalan Teuku Umar menjadi salah satu bagian dari paket pemeliharaan jalan yang lebih luas.
Melalui pemeliharaan preventif ini, BPJN Lampung berupaya mempertahankan kondisi jalan nasional agar tetap berfungsi optimal.
Penanganan sejak dini diharapkan dapat memperlambat penurunan kualitas jalan dan mengurangi kebutuhan perbaikan dengan skala pekerjaan yang lebih besar.
