Bandar Lampung – Pembelajaran tatap muka (PTM) di satuan pendidikan Provinsi Lampung kembali dimulai setelah sebelumnya sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, sekolah menggelar salat Istisqa secara serentak.
Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon hujan sekaligus berharap sebaran abu vulkanik segera berkurang.
Menurut Thomas, salat Istisqa diikuti secara serentak oleh siswa dan guru di berbagai satuan pendidikan di Lampung. Jumlah peserta diperkirakan mencapai lebih dari 300 ribu orang.
“Teman-teman di sekolah semua melakukan doa bersama secara serentak di Provinsi Lampung. Mungkin ada 300.000 lebih siswa dan guru yang melakukan Istisqa di seluruh Provinsi Lampung,” kata Thomas.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar agar kondisi akibat erupsi GAK segera membaik. Hujan diharapkan dapat membantu membersihkan abu vulkanik yang masih berada di sejumlah wilayah.
Setelah salat Istisqa, pihak sekolah juga diminta memastikan kondisi ruang kelas bersama petugas kebersihan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan lingkungan belajar terbebas dari sisa abu vulkanik sebelum siswa mengikuti pembelajaran.
“Setelah salat Istisqa, tentu mereka memastikan dengan petugas kebersihan untuk melihat ruang kelas, apakah betul-betul sudah steril atau belum,” ujarnya.
Thomas mengatakan jika masih ditemukan abu atau kondisi ruang kelas belum memungkinkan untuk digunakan, sekolah diminta bergotong royong bersama petugas kebersihan melakukan pembersihan.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar kegiatan pembelajaran pada Senin mendatang dapat berlangsung lebih efektif, nyaman, dan aman bagi siswa maupun guru.
“Kalau belum, tentu bergotong bersama dengan petugas kebersihan, sehingga nanti pada hari Senin betul-betul bisa efektif, betul-betul bisa nyaman, sehingga proses belajarnya bisa berjalan dengan lancar,” jelasnya.
Thomas berharap kondisi akibat erupsi GAK segera berakhir sehingga aktivitas pendidikan di Lampung dapat kembali berjalan normal. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berdoa dan bersama-sama menghadapi kondisi tersebut.
“Dengan doa kita semua, musibah ini atau ujian ini segera berlalu dan proses belajarnya kembali seperti biasa,” pungkas Thomas.
