Bandar Lampung — Peluang lulusan SMK di Lampung untuk menembus pasar kerja internasional semakin terbuka. Pemerintah memberikan kuota sebanyak 1.460 peserta melalui program SMK Go Global.
Program tersebut menyiapkan calon tenaga kerja agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar kerja luar negeri.
Kepala BP3MI Lampung, Kombes Pol Mulia Nugraha, mengatakan program SMK Go Global menyasar tiga bidang yang memiliki kebutuhan tenaga kerja cukup besar di sejumlah negara.
Ketiga sektor tersebut yakni kesehatan, hospitality atau perhotelan, serta pertanian.
“SMK Go Global ini merupakan direktif dari Bapak Presiden melalui kementerian kita terkait peningkatan kapasitas, baik itu lulusan SMK maupun masyarakat umum,” ujar Mulia usai sosialisasi program promosi dan pemanfaatan peluang kerja luar negeri di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (9/9/2026).
Menurut Mulia, pemerintah melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk menyukseskan program tersebut. Mulai dari pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, SMK, lembaga vokasi hingga tokoh masyarakat.
Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar proses peningkatan kompetensi calon pekerja dapat berjalan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
Melalui program ini, peserta akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan vokasi serta pelatihan teknis. Pemerintah juga menanggung biaya pelatihan hingga peserta memperoleh sertifikasi sesuai bidang keahliannya.
“Pemerintah membantu dari segi pembiayaan. Jadi mereka akan gratis melakukan pendidikan dan pelatihan sampai mendapatkan sertifikasi, sampai kita match-kan dengan perusahaan yang akan menempatkannya nanti di negara penempatan,” jelasnya.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan dipetakan berdasarkan kompetensi dan peluang kerja yang tersedia. Pemerintah kemudian mencocokkan calon pekerja dengan perusahaan penempatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Program ini memberi porsi besar kepada lulusan SMK. Sekitar 75 persen kuota diperuntukkan bagi lulusan sekolah kejuruan, sementara 20 hingga 25 persen lainnya dapat diikuti masyarakat umum.
Kebijakan tersebut berkaitan dengan masih besarnya jumlah lulusan SMK yang belum terserap dunia kerja.
Mulia menyebut berdasarkan data yang disampaikan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, terdapat sekitar 200 ribu lulusan SMK yang hingga kini belum memperoleh pekerjaan.
“Memang kalau dilihat dari data yang ada di Disnaker Provinsi, kurang lebih 200 ribuan lulusan SMK yang sampai saat ini masih belum mendapatkan pekerjaan,” katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang. Lulusan SMK tidak hanya perlu diarahkan ke pasar kerja dalam negeri, tetapi juga diberi akses untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri.
Dengan bekal pelatihan dan sertifikasi, calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) diharapkan mampu bersaing serta masuk ke sektor formal dengan perlindungan dan penempatan yang sesuai aturan.
Tingginya peluang kerja internasional juga terlihat dari besarnya minat masyarakat Lampung. Hingga Agustus 2026, BP3MI mencatat sekitar 18 ribu warga Lampung telah menyatakan minat untuk bekerja di luar negeri.
Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah hingga akhir tahun. Sebab, sepanjang 2025 saja tercatat sekitar 24 ribu peminat kerja luar negeri dari Lampung.
“Jumlah ini cukup tinggi karena sepanjang tahun 2025, jumlah peminat yang tercatat mencapai sekitar 24 ribu orang. Baru sampai bulan Agustus saja sudah 18.000. Artinya peminat untuk ke luar negeri ini cukup tinggi,” ujar Mulia.
Ia berharap SMK Go Global dapat mengarahkan tingginya minat tersebut ke jalur penempatan yang aman dan profesional.
Pemerintah juga mendorong calon PMI agar tidak hanya mengandalkan pekerjaan informal. Dengan peningkatan keterampilan, mereka dapat mengisi posisi formal yang membutuhkan tenaga kerja terlatih.
Sejumlah negara menjadi tujuan utama calon pekerja asal Lampung, di antaranya Taiwan, Hong Kong, Malaysia dan Jepang, serta beberapa negara lainnya.
Mulia berharap program tersebut mampu membuka lebih banyak akses kerja bagi lulusan SMK sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja Lampung agar mampu bersaing di pasar internasional.
