Jakarta (infopenting.co.id) – CEO Krista Exhibitions (PT Kristamedia Pratama), Daud Salim menegaskan pihaknya akan tetap menyelenggarakan beragam pameran rutin dengan skala internasional yang akan dilaksanakan tahun 2026.
Meskipun sedang memperkarakan dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan mitra internasional dari negara Perancis, Daud menegaskan pelaksanaan akan tetap dilaksanakan dengan menggunakan nama Krista.
Hal tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers di Hotel Borobudur Jakarta Pusat pada Jumat (23/1/2026) sore.
Ia menceritakan Krista Exhibitions telah beroperasi secara internasional sejak 1994, dan pada tahun 2026 sudah berusia 32 tahun.
“Kami konsisten melaksanakan 30 judul pameran setiap tahun di berbagai industri di berbagai kota di Indonesia. Dan selama 11 tahun terakhir bekerja dengan partner dari Perancis,” ujar Daud.
Seluruh kegiatan pameran tersebut dijelaskan Daus didukung oleh Kementerian, Lembaga, Asosiasi Industri, Kedutaan negara-negara sahabat, serta dihadiri lebih dari 150 ribu pelaku usaha baik dalam negeri dan mancanegara.
“Salah satu pameran terbesar adalah Interfood Indonesia yang sudah dilaksanakan secara konsisten selama sembilan kali dan dalam bidang kuliner makanan, minuman, sudah dilaksanakan. Namun ada dugaan tindak pidana dengan foreign partner kami dari Perancis,” ungkap dia.
Meskipun demikian Daud menegaskan komitmen Krista Exhibitions kepada seluruh pelaku industri yang memberikan kepercayaan kepada pihaknya sejak tahun 2000.
“Kami akan terus melakukan berbagai kegiatan pameran yang kita sudah lakukan selama 26 tahun terakhir, dan nanti akan dilaksanakan dengan nama Krista Interfood 2026 yang akan diadakan pada 4-7 November 2026 di NICE Nusantara PIK 2 Banten,” paparnya.
Daud mengapresiasi dukungan berbagai pihak, Asosiasi, pemerintah, pelaku usaha, pengunjung. Dan ia memastikan pameran selalu dilaksanakan dengan skala internasional bahkan sebelum bekerja sama dengan mitra kami dari Perancis tersebut.
Kuasa hukum PT Kristamedia Pratama, Yoni Agustino, menyebutkan pihaknya pada 12 Januari 2026 kami melaporkan ke Mabes Polri terkait dugaan tindakan pemalsu dokumen dalam Pasal 391 KUHP baru.
Salah satu pameran terbesar Krista Exhibitions adalah Interfood Indonesia, pameran sektor makanan, minuman, HoReCa, dan industri terkait pendukungnya yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2000 dan berkembang pesat selama 15 tahun hingga tahun 2015.
“Krista Exhibitions pada tahun 2015 menjalin kemitraan dengan mitra asing dari Prancis, untuk menggabungkan dua kekuatan penyelenggaraan pameran, yang hingga tahun 2025 telah diselenggarakan sebanyak 9 kali selama kurun waktu 11 tahun terakhir,” jelas Yoni.
Namun, dalam perjalanan kemitraan dengan mitra asing dari Prancis tersebut, ada dugaan tindak pidana. Oleh karena pihaknya membuat Laporan Polisi di Mabes Polri dengan nomor laporan LP/B/13/1/2026/SPKT/BARESKRIM-POLRI tentang peristiwa dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 KUHP yang baru.
“Kami berharap semua pihak bisa menghormati proses hukum yang sedang berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tambah Yoni.
Kuasa Hukum lainnya, Susi menjelaskan Krista Exhibitions sudah lama menjalin dengan mitra asing tersebut selama 11 tahun, namun akhirnya pihaknya mengetahui ada dugaan tindak pidana.
“Kami berinisiatif melakukan langkah hukum. Penyelenggaraan pameran makanan dan minuman akan tetap dilaksanakan. Para peserta pameran tetap dapat mendaftarkan keikutsertaan,” jelas Susi.
Sebagaimana diketahui, PT Kristamedia Pratama (“Krista Exhibitions”), penyelenggara pameran nasional berskala internasional memiliki komitmen terhadap pelaku industri makanan, minuman, HoReCa, dan industri terkait pendukungnya di Indonesia.
Krista Exhibitions merupakan perusahaan penyelenggara pameran yang 100% dimiliki nasional dan berdiri sejak tahun 1994.
Dalam perjalanannya, Krista Exhibitions secara konsisten menyelenggarakan lebih dari 30 judul pameran setiap tahun di berbagai sektor industri dan berbagai kota di Indonesia, dengan partisipasi lebih dari 5.000 peserta dalam negeri maupun internasional serta dihadiri lebih dari 150.000 pelaku usaha baik domestik maupun mancanegara setiap tahunnya.
